FILOSOFI SAYURAN VIRAL, JARUK TARAP

“Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah)” (QS: al-Baqarah; 269).

Tarap dikenal luas dikota Barabai sebagai salah satu jenis sayuran yang sangat enak. Saat ini di Barabai sedang dilanda musim tarap ini.

Sayuran ini di antaranya dibuat gulai (digangan) yang dicampur dengan labu, kacang panjang, ikan haruan atau ikan pupuyu, dan bumbu (ujar urang Barabai gangan basambal).

Selain digulai, sayuran ini juga ‘dijaruk’ atau ‘dipaja’ dengan air garam beberapa hari atau beberapa lama. Jaruk tarap ini setiap tahun sangat viral dikalangan warga Barabai, bahkan orang luar Barabai juga banyak yang menggemarinya. Jaruk tarap merupakan makanan yang melegenda, karena sejak zaman dahulu kala sudah ada dan sangat digemari turun temurun, serta kedatangan musimnya ditunggu warga Barabai.

Jaruk tarap yang merupakan proses paja atau jaruk beberapa hari dengan campuran air garam ini, umumnya memiliki dua cara pengolahan untuk sampai ke jaruk atau paja ini. Yang pertama, merupakan cara yang mudah yaitu setelah dipetik langsung direbus, baru setelah itu dikupas kulitnya dengan tanpa banyak getahnya, dan kemudian didinginkan, serta kemudian dicampur dengan air garam, dan setelah itu kemudian didiamkan atau dipaja atau di jaruk dalam beberapa hari atau beberapa lama. Sementara cara kedua, adalah dikupas terlebih dahulu kulitnya, dan setelah itu direbus. Kemudian setelah matang didinginkan, dan dicampur air garam. Ujar urang Barabai, bahwa proses yang kedua ini, rasanya sangat enak, meski agak penuh perjuangan ekstra mengupasnya, karena kulitnya agak keras, kemudian karena agak sedikit memerlukan waktu, dan tangan atau sarung tangan balepotan (bacalumut) dengan getah buah tarap tersebut, (ada getahnya memang, tetapi tidak terlalu banyak).

Setelah beberapa hari dipaja atau di jaruk, nama sayuran ini bertambah dari yang asalnya TARAP menjadi JARUK TARAP, dan kemudian sudah siap untuk diolah berbagai ragam makanan yang super enak dan menjadi teman makan nasi.

Ragam olahan jaruk tarap bervariasi, seperti digulai dengan santan dan telor (ditanak), bisa pula digulai dengan sambal, selain itu bisa juga jaruk tarap tadi digoreng setelah diiris tipis seperti menggoreng ikan dan atau di oseng dengan bawang merah, bawang putih, lombok dan telor.

Bahwa ada terkandung filosofi dan pelajaran dari sayuran ini, yaitu yang pertama, bahwa melihat berbagai kejadian alam, dalam hal ini perihal penciptaan Tuhan atas alam semesta, termasuk diantara buah tarap ini, tentu saja tidak sampai hanya pada batas, o musimnya lagi, o enak banget, wow banyak sekali makannya kalau bersama sang jaruk ini. Keberadaannya, dan rasanya yang sangat enak itu semestinya tentu saja kita ‘sampaikan’ ke tingkat paling tinggi, yaitu tingkat transendental (atas Nama Kebesaran Allah SWT), sebagai penciptanya. Betapa kebesaran Tuhan, Allah SWT nampak salah satunya lewat buah fenomenal ini. Dengan demikian berarti, ‘membaca’ alam adalah ‘membaca’ kehidupan, dan kemudian ‘sampai’ kepada ‘membaca’ hakekat penciptaan.

Selanjutnya yang kedua yaitu, bahwa segala sesuatunya terdapat pembelajaran dan pengajaran yang baik untuk kehidupan. Bahwa untuk mendapatkan jaruk tarap yang lebih enak, membutuhkan perjuangan tambahan, dan perjuangan itu membutuhkan proses yang tidak sebentar serta berliku. Dalam perhitungan manusia, proses itu sebuah perjalanan yang ‘lama’, ‘kelamaan’ dan ‘lama sekali’. Padahal dalam proses ‘perhitungan’ Tuhan tidak ada istilah ‘lama’ dan ‘sebentar itu’. Apapun dalam hidup dan kehidupan ini sepanjang tetap bersabar, diantaranya membuang jauh keluh kesah, membuang jauh kata ‘sulit’ dan susah, membuang jauh sikap skeptis dan pesimistis, maka akan dirasakan nikmatnya dan indahnya perjalanan dan proses yang bernama ‘belajar dan terus belajar’ itu, hingga tersebutlah ‘nama’ dan kebesaran Tuhan sang penguasa segalanya, yaitu SUBHAANALLAH, WALHAMDULILLAH, WALAA ILAHA ILLALLAH, WALLAHU AKBAR.

Bahwa dengan cara atau proses yang demikianlah hasil yang lebih baik dan keberkahan yang lebih banyak akan didapatkan, sebagai mana jaruk tarap yang didapat dari hasil perjuangan ekstra, berupa waktu yang cukup lama, ‘bacalumut’ getah, dan agak keras mengupas kulitnya tadi, lebih enak dan memuaskan rasa selera kita, ketimbang proses yang serba cepat, mudah atau yang serba instan dengan sedikit perjuangan atau tanpa perjuangan sama sekali..barakallah

About Siti Aisyah

Check Also

PESAN SEJATI MAULID NABI

PESAN SEJATI MAULID NABI Oleh Siti Aisyah “Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *