SELAMAT ULANG TAHUN NEGERIKU, KAMI AKAN SELALU MENJAGA DAN MENCINTAIMU

Hari ini 17 Agustus 2019, tepat 74 tahun usia Indonesia. Negeri ini diproklamasikan 17 Agustus 1945, bertepatan dengan hari Jumat, di tanggal 9 Ramadhan 1364 H. Dibulan yang sangat mulia, dihari yang sangat baik, betapa sakral nian, bermakna nian, dan sangat filosofis nian.

74 tahun, bukan usia muda lagi, tetapi yang selalu harus ‘muda’, adalah bahwa disetiap memasuki penambahan usia, selalu dan semakin berkobar semangat untuk terus bersatu, untuk terus harmoni, dan untuk terus menjaga dan merawat Indonesia yang teramat banyak memiliki perbedaan ini.

Sejatinya, perbedaan agama, sosial, politik, dan budaya, adalah wajah Indonesia itu sendiri. Ya, Indonesia dibangun dan kemudian berdiri tegak di atas perbedaan itu. Sebuah sunnatullah, bahwa ditengah perbedaan yang banyak tersebut, Indonesia tetap bersatu hingga detik hari ini. Meski sering terjadi konflik disebabkan karena berbeda tersebut, namun selalu saja berkat Rahmat Allah SWT, semua ujian berbangsa dan bernegara berhasil dilewati dengan selamat.

Diakui bahwa, Indonesia sampai hari ini belumlah dapat dikatakan sebagai negara yang melesat maju dan berkemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi canggih, tetapi Allah SWT memberikan anugerah yang tiada bandingnya terhadap negeri ini, yaitu ‘canggih’, maju dan berkemajuan dalam dalam bidang pembangunan spititual (keagamaan). Nilai spritualitas yang selama ini terbangun, merupakan gizi dan nutrisi yang sangat menyehatkan bangsa ini, untuk tetap terekat persatuan yang berbuah perdamaian.

Bahwa perbedaan yang besar dan banyak bukan jurang konflik, tetapi perbedaan adalah ‘sangat Indonesia’ yang identik dan menjadi identitas negeri ini sejak Indonesia ini hadir dan kini tetap eksis menjadi bagian dari dunia.

Apresiasi dan penghormatan diberikan masyarakat dunia atas selesai dan teratasinya selalu konflik agama, konflik sosial, konflik politik, dan konflik budaya yang sering terjadi atas negeri ini.

Doa-doa para ulama dan para pemimpin agama, serta keberagamaan yang begitu tinggi dari para pemeluk agama- agama, adalah berbuah teramat manis untuk terciptanya harmonisasi antara anak negeri, dan kecintaan anak negeri terhadap negerinya sendiri. Harmoni dan damainya negeri ini dalam cinta, menumbuhkan solidaritas yang merupakan sumbangsih yang besar dan nyata, bagi perwujudan dan terciptanya dunia yang damai.

Demikianlah, bahwa dengan dilandasi atau berangkat dari gizi spiritualitas seluruh masyarakat itu tadi, maka adalah tidak mimpi bagi Indonesia untuk menapaki dan menyongsong kemajuan dan kejayaan dalam berbagai bidang kehidupan, sebagaimana halnya negeri-negeri maju di belahan Barat, dan negeri-negeri maju diwilayah Asia lainnya…DIRGAHAYU NEGERIKU, KAMI CINTA PADAMU..

About Siti Aisyah

Check Also

PESAN SEJATI MAULID NABI

PESAN SEJATI MAULID NABI Oleh Siti Aisyah “Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *